menu

Selasa, 28 Januari 2020

Unduh Kisi-Kisi USBN 2020 Jenjang SD/MI

بسم الله الرحمن الرحيم

Informasi kali ini admin sajikan khusus untuk jenjang SD/MI dalam menghadapi USBN tahun 2020 yakni kisi-kisi USBN 2020. Dalam POS USBN 2020 masih tetap mata ujian yang akan diujikan adalah tiga mata pelajaran yaitu Bahasa Indonesia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Kisi-kisi Ujian Nasional merupakan acuan dalam pengembangan dan pembuatan soal UN yang disusun berdasarkan standar kompetensi kelulusan, standar isi, dan kurikulum yang berlaku. Menurut POS (Prosedur Operasional Standar) UN, UN 2020 akan dilakukan dengan berbasis komputer atau UNBK dan berbasis kertas dan pensil atau UNKP.

Penerapan UNBK dilakukan untuk meningkatkan efisiensi, mutu, kredibilitas, kejujuran, dan integritas ujian. Sekolah atau madrasah yang dapat ditetapkan sebagai pelaksana UNBK harus telah memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1. Telah teakreditasi
2. Tersedia sejumlah komputer dan peladen (server) sesuai kebutuhan
3. Memenuhi persyaratan teknis yang ditetapkan oleh Panitia UN

Satuan pendidikan yang tidak dapat melaksanakan UNBK dapat mengusulkan pelaksanaan ujian nasional berbasis kertas kepada dinas pendidikan atau kantor Kementerian Agama sesuai kewenangannya.

Berikut link untuk unduh kisi-kisi USBN 2020 untuk jenjang SD/MI.

Demikian informasi yang admin berikan semoga bermanfaat.


Senin, 27 Januari 2020

USBN 2020 Dihapus, IGI Optimalkan Soal Esai

بسم الله الرحمن الرحيم


Masih berhubungan terkait akan dihapusnya USBN 2020 ini, yang tentunya sedikit banyak berdampak kepada semua proses yang berkaitan dengan ujian tersebut. Dalam hal ini IGI akhirnya angkat bicara menyatakan sikap. Berikut informasi lengkapnya ;
Ikatan Guru Indonesia (IGI) merespons positif kebijakan pemerintah menghapus Ujian Sekolah Berstandar Nasional atau USBN 2020. Keputusan USBN 2020 dihapus sudah tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Budaya No. 43 tahun 2019.

Ketua Umum IGI Muhammad Ramli Rahim menyatakan pihak sekolah sudah siap mengambil alih mandat pembuatan soal ujian sekolah. Karena pada pelaksanaan USBN sekolah juga jadi pihak yang secara fisik membuat soal tersebut. Hanya saja kisi-kisinya diberikan oleh Pemerintah Pusat.
Hal yang justru digarisbawahi oleh Ramli adalah agar guru bisa membuat soal yang mendorong daya berpikir siswa. Untuk itu ia menyatakan baiknya tidak ada lagi soal dengan pilihan ganda pada ujian sekolah.

"Soal yang memancing siswa untuk berpikir, mampu berpikir kritis, punya kemampuan problem solving yang baik. Harus ke arah situ. Dan soal-soalnya ya tidak bisa multiple choice. Memang harusnya esai," tuturnya kepada CNNIndoesia.com, Rabu (22/1).

Ia menyarankan dalam membuat soal esai, guru sebaiknya tidak berpatok pada satu kunci jawaban. Seperti halnya yang berlaku ketika ujian sekolah dilakukan dengan pilihan ganda.

"Contoh ada guru ngasih soal apa manfaat daun pisang. Dia lihat ibunya pakai daun pisang saat hujan. Dia jawab pengganti payung. Disalahkan, padahal benar. Sekedar contoh, bahwa dengan esai bisa jadi jawaban siswa beragam tapi benar. Kalau pilihan ganda kan harus ada salah satunya yang paling benar," jelas Ramli.

Untuk membuat soal yang bisa memancing daya kritis siswa, kata dia, diperlukan kompetensi guru yang baik dalam membuat soal. Kemendikbud dalam hal ini harus menetapkan standarisasi yang jelas dalam perekrutan guru.

Ramli mengatakan saat ini persoalan kualitas guru masih jadi masalah karena perekrutan guru yang dilakukan sembarang. Hal ini berlaku tak hanya di daerah, namun juga di kota-kota besar. Kata dia, permasalahan kualitas guru maupun ketimpangan jumlah guru honorer dan PNS masih jadi kendala di seluruh wilayah.

"Jadi harus ada kualifikasi guru yang boleh mengisi [atau membuat soal ujian di] tahap akhir. Itu usulan kita, karena tidak semua guru punya kemampuan membuat soal yang baik," tuturnya.
Penghapusan USBN berakibat pada pembuatan soal-soal ujian menjadi wewenang pihak sekolah. Sebelum USBN 2020 dihapus, BNSP memiliki porsi 25 persen dalam pembuatan soal ujian, dan 75 persen lainnya dibuat oleh Dinas Pendidikan Provinsi setempat. (fey/gil)

USBN 2020 Dihapus, Sekolah Buat Sendiri Soal Untuk Siswa

بسم الله الرحمن الرحيم

Sahabat guru yang berbahagia…
Permendikbud Nomor 43 tahun 2019 sepertinya segera direalisasikan pada tahun 2020 ini. Ujian Nasional yang akhir-akhir ini santer dibicaran akan dihapus pada tahun 2020 ini akan mempengaruhi sistem ujian nasional yang selama ini sudah berjalan.
Berikut informasi lengkapnya yang admin ambil dari sumber aslinya CNN Indonesia :
Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)  pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) mulai tahun ini. Kepala BNSP, Abdul Mu'ti menyebut penghapusan USBN tahun 2020 merupakan amanat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim yang tertuang dalam Permendikbud.
"Merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 43/2019 tentang tentang Penyelenggaraan Ujian Yang Diselenggarakan Satuan Pendidikan dan Ujian Nasional yang ditandatangani Mendikbud pada 10 Desember 2019," ujar Ketua BSNP Abdul Mu'ti di Jakarta, Selasa (21/1) dikutip dari Antara.
Artinya, kata Mu'ti, BSNP tidak lagi membuat rujukan untuk USBN karena pembuatan soal maupun penyelenggaraan USBN diserahkan sepenuhnya kepada sekolah. Seperti diketahui, selama ini 75 persen soal USBN dibuat oleh Dinas Pendidikan Provinsi, sedangkan 25 persen dibuat BNSP.
Abdul Mu'ti mengatakan terdapat dua rujukan menindaklanjuti Permendikbud No 43/2019. Pertama, peraturan BSNP No 0051/P/BSNP/XI/2019 tentang POS UN 2019/2020 tidak berlaku. Kedua, berlakunya POS UN 2019/2020 yang baru, sebagaimana tertuang dalam SK BSNP No 0053/P/BSNP/I/2020.
Ia juga mengingatkan bahwa  tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
Permendikbud itu juga sudah memiliki acuan teknisnya berupa petunjuk teknis yang dikeluarkan oleh Dirjen Pendidikan Dasar dan Menenngah.
"Ini bisa dijadikan pegangan bagi sekolah untuk melaksanakan ujian sekolah," jelas dia.
Abdul menambahkan, meski dengan hilangnya kewenangan BNSP tersebut, ujian tetap dilaksanakan menggunakan komputer. Sekalipun menggunakan kertas pensil, sekolah penyelenggara ujian harus meminta persetujuan dari BSNP terlebih dahulu.
"Berdasarkan evaluasi kami, memang UNBK (ujian nasional berbasis komputer) memberikan akurasi yang lebih baik dan juga dalam pelaksanaannya lebih efesien," katanya.
Sementara itu, Anggota BNSP, Doni Koesoema mengatakan bahwa momen penghapusan USBN harus menjadi ruang untuk memperkuat kepercayaan publik pada guru dan sekolah.
"Pak Nadiem Makarim memberikan kepercayaan pada satuan pendidikan untuk menyelenggarakan ujian. Karena itu, kepercayaan ini jangan sampai disalahgunakan," ujar Doni.
Menurutnya, terpenting adalah satuan pendidikan perlu menjaga kerahasiaan soal-soal ujian. Selain itu, sekolah juga dapat mengembangkan berbagai metode ujian untuk menumbuhkan semangat belajar peserta didik secara kontekstual.
Antara, CNN Indonesia | Rabu, 22/01/2020 09:29 WIB

Minggu, 12 Januari 2020

POS (Prosedur Operasional Standar) Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) Tahun 2020


بسم الله الرحمن الرحيم

Alhamdulillah... setelah lama tidak menyuguhkan informasi penting, kali ini admin muncul lagi dengan informasi menjelang ujian akhir di madrasah tahun pelajaran 2019/2020.

Informasi yang admin maksud di sini adalah pedoman pelaksanaan ujian akhir madrasah yang disebut dengan Prosedur Operasional Standar (POS) Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Tahun Pelajran 2019/2020.


Penyelenggaraan UAMBN Tahun Pelajaran 2019/2020 diatur melalui Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.

Dalam rangka standardisasi penyelenggaraan UAMBN, maka disusun suatu prosedur operasional standar penyelenggaraan UAMBN sebagai panduan madrasah dan pemangku kepentingan lainnya.

UAMBN bertujuan untuk pemetaan mutu pendidikan dan mengukur pencapaian standar kompetensi lulusan pada jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) secara nasional berfungsi sebagai:

  1. Bahan pertimbangan dalam pemetaan mutu madrasah,
  2. Umpan balik dalam perbaikan program pembelajaran;
  3. Alat pengendali mutu pendidikan;
  4. Tidak sebagai penentu kelulusan


Untuk mendapatkan POS UAMBN ini silahkan unduh melalui link di sini